Alhamdulillah.... ada sensasi lain
ketika sudah mulai terbiasa rutin berinteraksi dengan Al-Qur’an, meskipun baru
mampu membaca 1 juz tiap harinya. Ada ketenangan dalam jiwa, ada gelora yang
merasuk damai di hati dan seperti menjaga diri agar waspada pada waktu.
Dengan membacanya, seperti ada
sejarah yang terlihat jelas. Seperti menyaksikan kabar-kabar masa lalu, juga
seperti teringat kejadian-kejadian masa kini. Yang dengannya kita bisa
bergumam, inilah petunjuk tuhan. Allah Subhanahu Wata’ala.
“Sesungguhnya
Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi
khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar,”
(QS. Al Israa': 9)
Al-Qur’an, adalah bahasa yang mudah
berserta citarasa pengucapan yang tak kalah nikmat dengan kidung-kidung masa
kini, akan mampu menjadi penenteram hati. Karena itu adalah bukti-Nya yang
bukan hanya sekedar janji. Ingatkah ketika Allah Berfirman;
“(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra'd: 28)
Membaca Al-Qur’an merupakan salah
satu sarana mengingat Allah, karena dia nya sendiri memiliki beberapa
pengertian yang diantaranya;
1.
Sebagai
Kalamullah sebagaimana yang di Firman kan Allah Swt;
“Ucapannya
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An Najm: 4)
2. Sebagai mukjizat, pembuktian bahwa
Al-Qur’an hanyalah Perkataan Allah Swt.
“Jika
mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka
ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan
bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada
Allah) ?” (QS. Huud:
14)
“Dan
jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada
hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan
ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Al Baqarah: 23)
Diantara lembar demi lembar Al Qur’an
ada ilmu yang nyata berhembus ke dalam dada-dada siapa saja yang membacanya,
ada hikmah pelajaran yang tersalur dalam benak siapa saja yang menelaah nya,
ada pahala yang besar bagi siapa saja yang mengamalkan dan kembali mengajarkan
nya pada selainnya.
“Sebenarnya,
Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi
ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim.” (QS. Al
'Ankabuut: 49)
“Allah
menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah)
kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia
benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang
berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al Baqarah: 269)
“Maka
sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat
memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan
agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.” (QS. Maryam: 97)
Diantara lembar demi lembar Al Qur’an
yang dibaca, akan ada penyelematan Allah kepada sang pembaca. Penyelamatan itu
bisa berupa perlindungan dari orang-orang kafir, penunjukan pada jalan yang
benar dan keselamatan, penyembuh atas segala penyakit kekotoran hati, juga
kabar gembira bagi mereka yang berserah diri pada Allah.
“Dan
apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang
yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,” (QS. Al Israa': 45)
“Dengan
kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan
keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu
dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”
(QS. Al Maa’idah: 16)
“Hai
manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Yunus: 57)
“(Dan
ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi
atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi
saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran)
untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira
bagi orang-orang yang berserah diri.”
(QS. An Nahl: 89)
Diantara lembar demi lembar Al Qur’an
yang dibaca, ada ajakan dan peringatan Allah untuk manusia. Ada pengabaran
kasih sayang Allah yang salah satunya adalah anjuran membaca yang mudah dari Al
Qur’an, karena Allah Maha Mengetahui kelemahan manusia.
“Sesungguhnya
Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga
malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan
dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan
siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan
batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu
bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di
antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi
mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di
jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah
sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman
yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu
memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang
paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al Muzzammil: 20)
“Bacalah
apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan.” (QS. Al
'Ankabuut: 45)
Diantara lembar demi lembar Al Qur’an
ternyata banyak sekali keutamaan dan keberkahan, tapi masih saja manusia kini
condong pada pembangkangan dan kezaliman karena mereka melupakan Al Qur’an.
“Dan
Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang
yang zalim selain kerugian.”
(QS. Al Israa': 82)
Semoga akan semakin banyak manusia
yang diberi hidayah oleh Allah untuk segera membaca, menelaah, mengamalkan
serta kembali mengajarkan kandungan-kandungan Al Qur’an kepada sesamanya. Agar
nilai-nilai robbani sepenuhnya dapat membumi di negeri pertiwi, Indonesia ini.
“Ya
Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan
membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al
Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka.
Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah: 129)
0 komentar:
Posting Komentar