“Ketika Raihana di bawa ke rumah sakit, aku telah mengutus
seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi
ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin
mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar kami tidak mengganggu ketenanganmu
selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal kami sangat sedih, jadi
maafkanlah kami.”
Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku
merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia
telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah
meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan
tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan
bersalah tiada terkira.
Di atas adalah sepenggal cerita dari pudarnya pesona cleopatra karya Habiburrahman el-Shirazy, sebuah
cerita romansa spiritual yang mengajarkan pentingnya mencinta bukan karena
rupa. Dengan bahasa yang indah mengalir, cerita ini pasti mampu membawa kita
turut terharu biru.
Bagi yang penasaran ingin membaca lengkap ceritanya, bisa di unduh
disini.
0 komentar:
Posting Komentar