Translate

Sabtu, 23 Maret 2013

Urgensi Mensyahadatkan Syahadat


“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS. Al-A’raaf : 172)

Sejatinya syahadat telah lama terngiang dalam gendang telinga setiap muslim, bahkan jauh sebelum itu setiap manusia sudah bersyahadat (bersaksi) bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Hanya saja orang tuanyalah yang menjadikan seseorang itu majusi atau nasrani, maka bersyukurlah yang terlahir sebagai muslim. Seorang muslim seharusnya tidak hanya menerima islam sebagai hadiah keturunan, namun terlebih sebagai pengikat ketenangan karena islam adalah agama yang terbukti mampu menenangkan umatnya.

Syahadat yang merupakan kunci utama memasuki agama islam sangatlah penting untuk terus kita rawat, konsistensi ini akan berdampak pada kepekaan kita terhadap Islam dan keislaman. Sejauh mana kita peduli terhadap Islam yang kita anut, sejauh itu pulalah kekuatan syahadat dapat terbukti.

Ketika kini Islam terus di caci maki dengan penistaan seperti pelecehan Nabiullah Muhammad SAW, ketika para aktifis dakwah sekolah dicap teroris, ketika fatwa ulama sebagai penyambung kalam Ilahi sudah lagi tak diambil peduli. Saat-saat itulah mari bertanya pada diri sendiri, sudah sejauh mana syahadat sebagai hadiah keislaman sejak lahir terjaga.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS. Ali Imran : 19)

Oleh itu tiada salah bila setiap diri muslim kembali mensyahadatkan syahadatnya, karena pentingnya syahadat paling tidak mencakup lima aspek yang diantaranya;

1.    Kunci memasuki agama Islam

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”  (QS. Muhammad : 19)

Dengan bersyahadat secara otomatis kita memasrahkan segalanya hanya pada Allah, tuhan sekalian kehidupan. Dengannya pun terhimpun petunjuk-petunjuk yang kan mengarahkan kehidupan kita ke arah yang lebih baik, sebagaimana firmannya ;

“…..Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Q.S. Ali Imran:20)

2.    Intisari ajaran Islam

Islam mengajarkan pemurnian akidah dengan hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa (Laa ilaaha illallaah), yang risalah-Nya harus diakui telah diemban oleh manusia suci nan mulia (Muhammad Ar-Rasulullah). Hal ini abadi dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya;

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (QS. Al-Anbiyaa : 25)

3.    Dasar perubahan

Seorang muslim yang telah berikrar dengan syahadat dan dia meyakini sepenuh hati, tiadalah dia kan diliputi kecemasan selain optimisme kebaikan. Karena orang yang bersyahadat sejatinya dia telah sepenuhnya menyerahkan penjagaan dirinya hanya pada Dzat Yang Maha Agung yang tiada keagungan lain selain diri-Nya.

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.”  (QS. Al- An’aam : 122)

Tak hanya sampai di situ, syahadat pun mengantarkan pada penjagaan malaikat serta ketegasan perubahan atas izin-Nya. Sebagaimana di firmankan-Nya;

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar Rad : 11)

4.    Kaidah dakwah para Rasul

Syahadat merupakan misi agung para Rasul agar manusia terbebas dari penghambaan selain pada-Nya. Sebagaimana Allah telah Berfirman;

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”  (QS. An Nahl : 36)

5.    Gerbang menuju surga

Syahadat pada akhirnya mampu mengantarkan kita pada surganya Allah SWT, sebagaimana yang pernah disabdakan Nabiullah Muhammad SAW;

“Barangsiapa akhir ucapannya "Laa ilaaha illallah" 'Tiada Tuhan selain Allah' niscaya dia masuk surga.” (HR. Abu Dawud)

Maka dari itu semua, mari setiap kita yang mengaku muslim hendaknya kembali mensyahadatkan syahadatnya. Agar mudah-mudahan dengan kesadaran dasar ini, Allah menganugerahi kita semua perubahan yang jauh lebih baik. Perubahan yang akan mampu menghadirkan ketenangan dan kekuatan Islam. Sehingga suatu hari nanti tak akan ada lagi yang berani mencaci maki Islam, tak ada lagi yang kan mengesampingkan perkataan ulama dan tak kan ada lagi yang menuduh aktifitas pengkajian Islam sebagai wadah teroris. Sampai khilafah Islamiyah tegak menaungi dunia dengan rahmatan lil alamin.

ALLAHU AKBAR!!! ALLAHU AKBAR!!! WALILLA ILHAMD.....

0 komentar:

Pencarian

Custom Search
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template