Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ
”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk kepada Islam, diberi rezeki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki tersebut.” (HR. Ibnu Majah).
Catatan:
Qonaah trhadap pmberian Allah mrupakan sbaik2 anugrah. Saat Anda memohon karunia rezeki, jgn lupa sertakan qonaah dlm pintamu.
Diantara manusia ada yg gajinya hanya cukup untuk memenuhi kbutuhan pokok anggota kluarganya. Namun dia mnjadi manusia paling bahagia dgnn pmberian tsb. Dirinya bahkan tak pernah meminta lebih, karna ia hanyut dlm syukur kpd Allah.
Namun ada diantara manusia yg diberi oleh Allah rezeki yg berlimpah, namun dia slalu mrasa kurang. Stiap mnerima rezeki, lisannya terus brucap
Ya Allah... tambahkan rezeki-Mu padaku, lalu Allahpun mmberinya. Stelah diberi dia meminta lg, kmudian Allah pun mmberinya. Dirinya terus meminta & lupa brsyukur, hingga akhirnya ia binasa diatas tumpukan harta yg ia kumpulkan. Anda tau knapa?
Karna sifat tamak telah mmbuat dia lupa bahwa kekayaan yg sesungguhnya adlh kekayaan hati.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam brsabda,
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
"Kekayaan sesungguhnya bukan dengan banyaknya harta , akan tetapi kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari)
Hati yg kaya akan terus terilhami tuk mnsyukuri nikmat yg ada. Sdikit atau bnyk tak mnjadi soal baginya. Yg trpenting adlh kberkahan yg ada dlm pmberian tsb.
Sbenarnya tak masalah bila ss' org kaya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ
”Tidak mengapa kaya asalkan bertakwa. Kesehatan bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kekayaan. Dan kelapangan jiwa adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah)
Namun, sdhkah kekayaan itu mmbawa kita pada ketaqwaan..?
Ini PR bersama.
Slamat braktifitas
__________
Madinah 05-06-1436 H - Ustadz Aan Candra Thalib - Mahasiswa Universitas Islam Madinah
(Copas dari group WA)
0 komentar:
Posting Komentar